TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN
Dosen Pengampu: Dr. Maulida Hayatina, M.Pd

Dosen Pengampu:
Dr. Maulida Hayatina, M.Pd
Disusun oleh:
Fariz Zulkarnain 18.12.4459
Taufik Hidayat 18.12.4623
Djamiatul Husna 18.12.4452
FAKULTAS
TARBIYAH
PRODI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT
AGAMA ISLAM DARUSSALAM
MARTAPURA
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan atas
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rezeki dan barokah-Nya yang karena
ridho-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah metode penelitian ini yang
berjudul “Teknik Pengumpulan Data Dalam
Penelitian”.
Dalam kesempatan kali ini, kami mengucapkan
terimakasih terhadap teman-teman
yang sudah membantu proses penyelesaian makalah ini terutama kepada dosen
pengampu yang telah bersedia membimbing dan tetap memberikan materi / ilmu –
ilmu baru di perkuliahan online pada masa pandemi ini serta teman – teman yang
telah banyak membantu.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih
sangat jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kritik dan saran sangat penulis
harapkan demi kesempurnaan makalah ini agar menjadi lebih baik dan dapat
memberikan manfaat bagi kita semua.
9 Oktober 2020
Penulis
DAFTAR ISI
2.1 Definisi Teknik Pengumpulan Data
2.3 Kisi – Kisi Teknik Pengumpulan Data
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Klasifikasi Data Nominal.................................................... 4
Tabel 2 Data Ordinal Makanan Kesukaan ....................................... 4
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1
Kegiatan
Observasi di Lahan Persawahan ......................... 7
Gambar 2
Kegiatan
Wawancara .......................................................... 8
Gambar 3
Contoh
Angket (Kuisioner) Tentang Minat Siswa.............
9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Data merupakan sesuatu yang belum
memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan.[1]
Biasanya, data memiliki berbagai bentuk seperti gambar, huruf, suara, bahasa,
angka, keadaan dan simbol. Data kerap kali digunakan untuk menentukan suatu
hal. Seperti pada penelitian, penelitian dapat berjalan dengan baik apabila
seluruh komponennya dapat terpenuhi. Salah satunya yakni dalam hal pengumpulan
data.[2]
Proses pengumpulan data harus sangat diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan
dan membuat proses penganalisaan menjadi lebih sulit. Proses pengumpulan data
yang salah juga dapat menyebabkan hasil penelitian dan kesimpulan yang didapat
menjadi rancu. Berbeda penelitian
biasanya berbeda pula cara pengumpulan datanya. Hal tersebut disebabkan oleh
proses pengolahannya yang juga berbeda, tergantung jenis penelitian yang hendak
diteliti. Secara umum, pengumpulan data kualitatif tentu berbeda dengan
pengumpulan data kuantitatif.[3]
Pun demikian dengan pengumpulan data statistik dan analisis.
Dalam
mengumpulkan data, haruslah mengikuti langkah – langkah atau prosedur yang
sesuai sehingga tidak sembarang mengambil data. Hal ini dilakukan guna
mendapatkan hasil data yang akurat. Sebelum melakukan penelitian, peneliti
haruslah memiliki suatu dugaan atau hipotesa yang terkait dengan kajian yang
digunakan.
Berdasarkan
uraian latar belakang diatas, dapat ditarik rumusan permasalahan yakni sebagai
berikut:
1.
Apa
yang dimaksud dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian?
2.
Bagaimana
cara mengumpulkan data berdasarkan jenis data?
3.
Apa
saja kisi – kisi pada teknik pengumpulan data dalam penelitian?
1.3 Tujuan
Tujuan
dari pembuatan makalah anatomi sistem fonasi ini adalah:
1. Menambah wawasan tentang teknik
pengumpulan data.
2. Mengetahui pengertian dari
teknik pengumpulan data.
3. Memperluas pengetahuan mengenai
cara pengumpulan data berdasarkan jenis data.
4. Mengetahui kisi – kisi dan contoh
dari teknik pengumpulan data pada suatu penelitian
5. Memenuhi persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah metodologi penelitian
1.4 Manfaat
Manfaat
yang ingin dicapai dari pembuatan makalah anatomi sistemi fonasi ini adalah:
1. Memperoleh ilmu baru.
2. Dapat membuka wawasan lebih
besar terkait teknik pengumpulan data.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Teknik Pengumpulan
Data
Teknik
pengumpulan data merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti guna
mengumpulkan data yang dibutuhkan terkait permasalahan dari penelitian yang
dilakukan. Teknik pengumpulan data haruslah memperhatikan instrumen terkait.
Biasanya, data dikumpulkan melalui angket, wawancara, pengamatan, ujian,
dokumentasi dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan data yang dibutuhkan
oleh peneliti.[4]
Teknik pengumpulan data merupakan hal yang sangat penting karena sangat
berpengaruh pada sebuah proses analisis data serta penarikan kesimpulan dari
suatu penelitian.
Dalam
pengumpulan data, seorang peneliti harus memiliki dugaan yang disebut dengan
hipotesa yang nantinya akan dibuktikan oleh peneliti secara empiris melalui
penelitian yang dilakukan.
2.2 Metode Pengumpulan Data
Cara mengumpulkan data yang valid dan
akurat dapat ditinjau dari skala data maupun metodologi penelitiannya. Pada
skala data, jenis data dibagi menjadi empat bagian yakni nominal, ordinal,
interval dan rasio. Sedangkan berdasarkan metodenya, pengumpulan data dibagi
menjadi dua bagian yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif.[5]
A. Jenis
Data
-
Nominal
Data
nominal merupakan data skala nominal yang diperoleh dengan cara melakukan
klasifikasi atau kategorisasi. Sebagai contoh, suatu jenis pekerjaan
diklasifikasikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel.1 Klasifikasi Data Nominal
|
No |
Jenis Pekerjaan |
1 |
2 |
3 |
|
1. |
Pegawai
Negeri |
ü |
|
|
|
2. |
Pegawai
Swasta |
|
ü |
|
|
3. |
Wiraswata |
|
|
ü |
Data
nominal memiliki sifat posisi data sementara. Pada tabel diatas dapat dikatakan
bahwa pegawai negeri tidak lebih tinggi atau lebih rendah dari pegawai swasta.
Angka pada tabel tersebut digunakan sebagai simbol untuk membedakan kategori
pekerjaan, bukan memberi maksud kuantitatif ataupun sebagai perbedaan.
-
Ordinal
Data
ordinal adalah data yang didapatkan dari kategorisasi maupun klasifikasi namun
diantara data – data tersebut masih saling berhubungan. Sebagai contoh, data
ordinal dapat ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel.2 Data Ordinal Makanan Kesukaan
|
Data |
Skala |
Keterangan |
|
Bakso |
5 |
1 = Sangat Tidak Suka |
|
Siomay |
3 |
2 = Tidak Suka |
|
Pempek |
4 |
3 = Cukup Suka |
|
Batagor |
1 |
4 = Suka |
|
Sate |
2 |
5 = Sangat Suka |
Dari
tabel diatas, analisis terhadap urutan data tersebut menunjukkan bahwa
seseorang memiliki tingkat kesukaan yang tinggi pada jenis makanan bakso
daripada siomay. Namun, siomay memiliki tingkat kesukaan lebih rendah
dibandingkan pempek. Begitulah ciri dari data ordinal, yakni posisi data tidak
setara.
-
Interval
Data
interval adalah suatu data yang diperoleh dengan melakukan pengukuran yang mana
jarak antar dua titik pada skala sudah diketahui. Data interval memiliki ciri
yakni tidak adanya klasifikasi dan bisa dilakukan operasi matematika. Contoh
dari pengumpulan data jenis interval ini yakni pada temperature ruangan yang
bisa diukur dengan ukuran celcius dan fahrenheit dalam skala masing – masing.
Pada air membeku dan mendidih, dalam skala celcius menunjukan 0 – 100oC.
Jaraknya jelas yakni 100 – 0 = 100. Sedangkan dalam skala fahrenheit, air
membeku dan mendidih terletak pada suhu 32 – 212oF. Jaraknya juga
jelas, yakni 212 – 32 = 180.
-
Rasio
Data
berskala rasio merupakan suatu data yang didapatkan dengan melakukan pengukuran
yang mana jarak dua titik pada skala telah diketahui dan memiliki titik 0 yang
bulat. Cirinya yakni tidak ada pengklasifikasian dan bisa dilakukan operasi
matematika. Contohnya yakni pada jumlah buku di kelas. Apabila terdapat 7 buku,
berarti 7 buku. Jika 0 berarti tidak ada buku (absolut/ bulat).
B. Metode
Penelitian
-
Metode
Kualitatif
Pengumpulan
data berdasarkan metode kualitatif menyajikan data dalam bentuk kata – kata
(tulisan), gambar, audio atau video. Data – data tersebut didapatkan dari hasil
pengamatan, perekaman, wawancara, pemotretan dan lain sebagainya. Data
kualitatif merupakan data yang bukan bilangan angka sehingga tidak dianalisis
menggunakan ilmu statistik.
-
Metode
Kuantitatif
Pengumpulan
data berdasarkan metode kuantitatif menyajikan data dalam bentuk angka.[6]
Data kuantitatif diolah dan dianalisis menggunakan ilmu statistik (statistika).
Data kuantitatif dibagi menjadi dua bagian yakni data numerik (data nominal dan
data ordinal) dan data kategorik (data interval dan data rasio).
2.3 Kisi – Kisi Teknik
Pengumpulan Data
Penyusunan kisi – kisi instrument
penelitian dilakukan setelah peneliti menentukan hipotesa atau dugaan pada
penelitian yang akan dilakukannya. Penyusunan butir – butir instrument bersifat
mengukur dan bersifat menghimpun. Beberapa teknik pengumpulan data dilakukan
dengan berbagai cara, seperti :
-
Observasi
Observasi
(pengamatan) merupakan teknik mengumpulkan data dengan mengadakan pengamatan
pada kegiatan yang sedang berlangsung. Observasi dilakukan secara partisipatif
(pengamat ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung) dan non partisipatif
(pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung). Secara umum,
observasi memiliki tiga ciri yakni objektif, faktual dan sistematik. Selain itu
terdapat tujuan yang akan dicapai ketika melakukan observasi berupa informasi
tentang kesimpulan hasil observasi mengenai obyek yang diamati.[7]

Gambar.1 Kegiatan Observasi di Lokasi Persawahan (sumber:
google)
-
Dokumentasi
Dokumentasi
merupakan aktivitas dalam melakukan pengumpulan data guna mendapatkan
keterangan pengetahuan dan bukti yang akurat. Kegiatan dokumentasi berfungsi
sebagai sarana penyedia informasi, alat bukti yang akurat mengenai keterangan
dokumen, dan memberikan keotentikan informasi dan data yang ada dalam dokumen.
-
Wawancara
Wawancara
(interview) adalah suatu bentuk
teknik pengumpulan data yang kerap digunakan dalam penelitian deskriptif
kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaannya dilaksanakan secara lisan
dan bertatap muka langsung dengan narasumber. Biasanya wawancara dilakukan
secara berkelompok namun ada juga yang secara individual.

Gambar.2 Kegiatan Wawancara
(sumber: google)
-
Test
Teknik
pengumpulan data berupa test merupakan teknik yang biasa digunakan peneliti
dengan cara meminta responden mengisi suatu form yang telah disediakan. Form
yang dimaksud seringkali berupa angket atau kuisioner. Angket merupakan
instrument atau alat yang pengumpulan datanya berisi pertanyaan atau pernyataan
yang wajib dijawab.

Gambar.3
Contoh Angket (kuisioner) Tentang Minat
Siswa (sumber: google)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teknik pengumpulan data merupakan
teknik yang digunakan peneliti guna mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam
berbagai bentuk seperti angket, wawancara, pengamatan, ujian, dokumentasi dan
lain sebagainya yang dilakukan setelah peneliti menentukan hipotesanya. Teknik pengumpulan data
merupakan hal yang penting karena sangat berpengaruh pada proses analisis data
serta penarikan kesimpulan dari suatu penelitian.
Terdapat
berbagai cara dalam mengumpulkan data. Berdasarkan jenisnya, data dapat
dikumpulkan dalam empat bentuk yakni nominal (data yang didapat dari
pengklasifikasian dan memiliki posisi setara), ordinal (data yang didapat dari
pengklasifikasian dan memiliki posisi tidak setara), interval (data yang
didapat dari pengukuran dan memiliki jarak) serta rasio (data yang didapat dari
pengukuran dan bersifat absolut). Sedangkan berdasarkan metodenya, pengumpulan
data dibagi menjadi dua bagian yakni metode kuantitatif (data berupa tulisan,
audio, video) dan metode kualitatif (data berupa angka).
Teknik
pengumpulan data harus memperhatikan kisi – kisi dan instrument terkait
sehingga bisa mendapat data yang valid. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan
menerapkan suatu metode seperti observasi, dokumentasi, wawancara, dan test
guna mendapatkan data yang dibutuhkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anggito, Albi , Setiawan Johan. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Sukabumi: CV Jejak.
Hasanah, H. 2017. Teknik – Teknik Observasi (sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data
Kualitatif Ilmu – Ilmu Sosial). At-Taqaddum.
Kristanto, V. H. 2018. Metodologi Penelitian Pedoman Penulisan
Karya Tulis Ilmiah (KTI). Yogyakarta: CV Budi Utama.
Leavy, Patricia. 2017. Research Design: Quantitative, Qualitative,
Mixed Methods, Art Based, and Community-Based Participatory Research Approaches.
New York: The Guildford Press.
Solimun, dkk. 2018. Metodologi Penelitian Kuantitatif Perspektif Sistem. Malang. Tim UB
Press
Siyoto, Sandu. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta:
Literasi Media Publishing.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
[1]
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,
kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017) hlm. 8-12.
[2] Sandu Siyoto
dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media
Publishing, 2015), hlm. 10-12.
[3]
Albi Anggito dan Johan Setiawan,
Metodologi Penelitian Kualitatif, (Sukabumi: CV Jejak, 2018), hlm. 15.
[4] Vigih
Hery Kristanto, Metodologi Penelitian
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), (Yogyakarta: CV Budi Utama,
2018), hlm. 12.
[5] Patricia
Leavy, Research Design Quantitative, Qualitative, Mixed Methods, Arts-Based,
and Community-Based Participatory Research Approaches, (New York: The
Guilford Press, 2017), page 57-59.
[6] Solimun dkk, Metodologi
Penelitian Kuantitatif Perspektif Sistem: Mengungkap Novelly dan Memenuhi
Validitas Penelitian, (Malang: UB Press, 2018), hlm. 15.
[7] Hasanah dan
Hasyim, TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode Pengumpulan Data
Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial), Jurnal at-Taqaddum, Vol. 8, No. 1, Juli 2016,
hlm.